Semua selalu kembali ke satu titik

menjadi tua dan bijaksana bisa dibilang menjadi salah satu cita-cita tersendiri bagi saya

dan sepanjang yang saya tahu, cara untuk menjadi bijaksana adalah dengan terus mencari tahu, menimba ilmu dan memperdalam pengetahuan

dan sepanjang yang saya tahu, mau memulai mencari tahu dari sudut pandang apapun (agama/kepercayaan maupun sains) semua selalu menemukan fakta bahwa dunia ini, bumi beserta isinya, langit bintang dan matahari, serta seluruh galaxy dan alam semesta ini ada yang menciptakan, mengatur dan merahmati.

saya pikir itu juga dipertegas fakta bahwa ilmu yang dimiliki setiap manusia itu seumpama setetes air dibanding pengetahuan Tuhan yang seluas lautan dan samudra

Rujukan:
QS. Al-Isra’ ayat 85 “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”

Sahih Muslim – 4232
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu ‘Amir Al Asy’ari serta Muhammad bin Al ‘Allaa lafazh ini milik Abu Amir mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Perumpamaan agama yang aku diutus Allah ‘Azza wa Jalla dengannya, yaitu berupa petunjuk dan ilmu ialah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Diantaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air, maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan beternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Seperti itulah perumpamaan orang yang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat dari padanya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku di utus dengannya.”